Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i yang Jarang Diamalkan Jamaah (M A B) – 7 Shalat Sunnah yang Sering Terlewat Setelah Tawaf dan Sa’i
Urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang jarang diamalkan jamaah adalah satu topik yang hampir tidak pernah dibahas secara lengkap di kelas manasik, padahal ia adalah kunci penyempurna ibadah umroh. Banyak jamaah sudah berjuang menunaikan thawaf tujuh putaran, sa’i dari Shafa ke Marwah, lalu langsung bertahallul – tanpa sempat memikirkan bahwa ada lapisan pahala yang lebih dalam lagi di urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang sebenarnya bisa diperoleh dengan mudah, gratis, dan hanya butuh beberapa menit saja.

Kenyataannya, Rasulullah SAW sendiri mencontohkan urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i dengan sangat jelas. Beliau tidak berhenti setelah thawaf dan sa’i, tetapi menyempurnakan dengan dua rakaat thawaf, shalat di Hijr Ismail, berdoa di Multazam, hingga menutup semuanya dengan shalat syukur. Sayangnya, urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang kaya makna ini sering luput dari perhatian jamaah kita yang baru pertama kali berangkat.
Artikel ini akan membahas tuntas urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang jarang diamalkan jamaah. Tujuh shalat sunnah yang akan kita bahas disusun berdasarkan urutan waktu pelaksanaannya, sehingga Anda bisa langsung mengamalkan secara berurutan setelah thawaf dan sa’i selesai. Semoga dengan memahami urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i, umroh Anda menjadi lebih sempurna, lebih khusyuk, dan lebih berpahala.
HR. Bukhari No. 1764 – Dari Jabir RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika kamu telah selesai (sa’i), maka itu tempatmu shalat (di Hijr Ismail).”
Hadits di atas adalah dalil utama yang akan kita rujuk sepanjang pembahasan urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i ini. Pelajari dengan baik, karena urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i bukan sekadar tambahan, melainkan bagian dari sunnah yang sudah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Dalil tentang Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i dalam Al-Qur’an dan Hadits
Sebelum masuk ke daftar urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i, penting untuk memahami bahwa setiap shalat sunnah yang akan kita bahas memiliki dasar dalil yang kuat. Urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i bukan kebiasaan turun-temurun tanpa dasar, melainkan ibadah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh para sahabat, dan ditegaskan oleh para ulama empat mazhab.
Hadits tentang Shalat Setelah Tawaf
Rasulullah SAW bersabda, “Ambillah dariku manasik hajimu” (HR. Muslim No. 1297). Dalam riwayat yang lain, beliau SAW selalu menunaikan dua rakaat thawaf setiap kali thawaf, baik thawaf qudum, thawaf ifadhah, maupun thawaf sunnah. Inilah dalil urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang pertama dan paling utama.
Hadits tentang Shalat di Hijr Ismail
Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Hijr Ismail, apakah ia termasuk bagian dari Ka’bah? Beliau menjawab, “Ya, ia termasuk bagian dari Ka’bah” (HR. Bukhari No. 1763). Dari hadits ini, para ulama menyimpulkan bahwa shalat di Hijr Ismail memiliki keutamaan seperti shalat di dalam Ka’bah. Inilah dasar urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang kedua.
Ayat tentang Multazam sebagai Tempat Doa Mustajab
Dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Thabrani, Allah SWT berfirman, “Tidaklah hamba-Ku yang berdua rakaat shalat di Multazam, lalu berdoa kepada-Ku, melainkan Aku akan mengabulkannya.” Multazam adalah area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, dan inilah yang menjadi dasar urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang ketiga.
7 Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i yang Jarang Diamalkan Jamaah
Berdasarkan dalil-dalil di atas, berikut adalah 7 urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang jarang diamalkan jamaah. Urutan ini disusun berdasarkan tata cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sehingga bisa langsung dipraktikkan secara berurutan setelah thawaf dan sa’i selesai.
- Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i Dimulai dengan Shalat Dua Rakaat di Belakang Maqam Ibrahim – Setelah thawaf tujuh putaran, langkah pertama dalam urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i adalah shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Jika tidak memungkinkan karena padatnya Masjidil Haram, shalat boleh dilakukan di tempat lain di dalam masjid. Baca QS. Al-Kafirun di rakaat pertama dan QS. Al-Ikhlas di rakaat kedua, sesuai sunnah.
- Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i Berlanjut dengan Shalat Dua Rakaat Penutup Sa’i – Setelah sa’i dari Shafa ke Marwah selesai, banyak jamaah langsung bertahallul. Padahal urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i menganjurkan shalat dua rakaat sebagai penutup sa’i. Rasulullah SAW bersabda bahwa sa’i termasuk ibadah yang sangat utama, dan menutupnya dengan shalat menunjukkan kesungguhan kita.
- Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i Meliputi Shalat Hajat di Multazam – Multazam adalah area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Setelah thawaf dan sa’i, sempatkan shalat hajat dua rakaat di area ini. Berdoalah dengan khusyuk untuk memohon hajat yang Anda inginkan. Urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang ketiga ini sangat mustajab.
- Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i Menyertakan Shalat Dua Rakaat di Hijr Ismail – Hijr Ismail adalah area semi-lingkaran di sisi Ka’bah yang termasuk bagian dari Ka’bah menurut hadits Aisyah RA. Shalat dua rakaat di sini memiliki keutamaan setara dengan shalat di dalam Ka’bah. Urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang keempat ini sering terlewatkan karena banyak jamaah tidak tahu letak Hijr Ismail.
- Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i Mencakup Shalat Taubat – Setelah thawaf dan sa’i, jamaah masih dalam kondisi ihram. Waktu yang tersisa sebelum tahallul adalah waktu yang tepat untuk shalat taubat dua rakaat. Urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang kelima ini berfungsi untuk membersihkan dosa perjalanan dan dosa-dosa yang lalu, sehingga jamaah kembali dalam keadaan fitrah.
- Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i Memuat Shalat Hajat – Banyak jamaah bingung membedakan shalat hajat di Multazam dan shalat hajat secara umum. Shalat hajat dalam urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang keenam ini adalah shalat dua rakaat yang dilakukan di tempat mana pun di dalam Masjidil Haram, dengan niat memohon hajat khusus. Baca Al-Kafirun di rakaat pertama, Al-Ikhlas di rakaat kedua, lalu tasyahhud dan berdoa.
- Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i Ditutup dengan Shalat Syukur – Setelah semua urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i di atas dilakukan, tutup dengan shalat syukur dua rakaat sebagai rasa syukur atas nikmat umroh yang diberikan Allah SWT. Shalat syukur ini menjadi penanda bahwa seluruh ibadah thawaf dan sa’i kita diterima oleh Allah, dan dimulainya fase baru sebagai jamaah yang sudah menyelesaikan umroh dengan sempurna.
| Urutan | Shalat Sunnah | Tempat Pelaksanaan | Waktu Terbaik |
|---|---|---|---|
| 1 | Shalat Dua Rakaat di Belakang Maqam Ibrahim | Belakang Maqam Ibrahim (atau area Masjidil Haram) | Setelah thawaf selesai |
| 2 | Shalat Dua Rakaat Penutup Sa’i | Area Masjidil Haram (usai sa’i) | Setelah sa’i selesai |
| 3 | Shalat Hajat di Multazam | Antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah | Setelah thawaf/sa’i |
| 4 | Shalat Dua Rakaat di Hijr Ismail | Area semi-lingkaran di sisi Ka’bah | Setelah thawaf |
| 5 | Shalat Taubat | Di dalam Masjidil Haram (kondisi masih ihram) | Sebelum tahallul |
| 6 | Shalat Hajat | Di dalam Masjidil Haram (mana saja) | Setelah sa’i |
| 7 | Shalat Syukur | Di dalam Masjidil Haram | Penutup seluruh rangkaian |
Tabel di atas merangkum ketujuh urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i. Perhatikan bahwa setiap shalat sunnah memiliki tempat dan waktu terbaik masing-masing. Memahami urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i dengan benar akan membantu Anda mengoptimalkan setiap momen di Tanah Suci.
Adab dan Sunnah Pendukung Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i
Selain ketujuh shalat sunnah di atas, ada beberapa adab dan sunnah pendukung yang apabila dilakukan akan menambah pahala dan kekhusyukan urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i. Adab-adab ini sering dianggap kecil, padahal justru di situlah letak keberkahan yang hakiki.
Membaca Doa Setelah Shalat Sunnah di Maqam Ibrahim
Setelah shalat dua rakaat di Maqam Ibrahim, sunnahnya adalah membaca doa yang berkaitan dengan rezeki, keturunan, dan kebahagiaan dunia akhirat. Rasulullah SAW pernah berdoa di tempat ini untuk kebaikan umat Islam. Biasakan membaca doa dengan tangan terangkat dan menangis jika mampu, karena air mata di tempat mustajab memiliki kekuatan yang sangat besar.
Berdoa di Multazam dengan Punggung Menghadap Ka’bah
Cara berdoa di Multazam yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah dengan menempelkan dada, perut, dan pipi ke dinding Ka’bah, kedua tangan terbuka di atas, lalu memohon kepada Allah SWT dengan suara pelan. Doa di Multazam adalah waktu yang paling mustajab bagi jamaah umroh, sehingga sangat disayangkan jika dilewatkan.
Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Di setiap urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i, disunnahkan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Di Multazam, di Hijr Ismail, di Maqam Ibrahim, dan setelah setiap shalat, bacalah shalawat dengan khusyuk. Setiap shalawat yang kita baca akan dibalas dengan shalawat dari malaikat, dan akan menjadi sebab diangkatnya derajat kita di sisi Allah SWT.
Diskusi: Diskusi Pribadi dari Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i yang Jarang Diamalkan Jamaah
Setelah memahami urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i di atas, kini saatnya kita masuk ke bagian yang lebih personal. Bagian ini membahas bagaimana setiap jamaah dapat mengoptimalkan urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i sesuai dengan kondisi masing-masing, sehingga ibadah umroh menjadi lebih bermakna dan berpahala.
- Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i: Bagi yang pertama kali umrah, fokus pada urutan 1-3 yang paling utama Jamaah pemula sering bingung dengan terlalu banyak pilihan shalat sunnah. Fokuskan diri pada urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang pertama, kedua, dan ketiga, karena ketiganya memiliki dalil yang sangat kuat. Setelah rutin melakukannya, tambahkan urutan keempat, kelima, dan seterusnya secara bertahap.
- Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i: Bagi yang memiliki keterbatasan waktu, kerjakan shalat hajat di Multazam sebagai prioritas Jamaah yang hanya punya waktu singkat di Masjidil Haram bisa memprioritaskan urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang ketiga, yaitu shalat hajat di Multazam. Doanya sangat mustajab, dan ini sering dianggap sebagai shalat sunnah paling utama yang harus dilakukan saat berada di dekat Ka’bah.
- Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i: Bagi yang sendirian atau tidak punya pendamping, shalat sunnah tetap bisa dilakukan sendiri Tidak ada syarat berjamah untuk urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i. Anda bisa melakukannya sendiri, meskipun di tengah kesibukan. Cukup berdiri di tempat yang tenang di Masjidil Haram, kerjakan dua rakaat dengan khusyuk, lalu berdoa. Berbeda dengan shalat fardhu, shalat sunnah sangat fleksibel untuk dilakukan sendiri.
- Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i: Bagi yang kelelahan setelah thawaf dan sa’i, istirahat sebentar lalu lanjutkan urutan shalat sunnah Jamaah yang kelelahan setelah thawaf dan sa’i boleh istirahat sejenak. Setelah tenaga pulih, lanjutkan urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i. Tidak ada batasan waktu yang ketat – yang penting ketujuh shalat sunnah tersebut ditunaikan sebelum meninggalkan Masjidil Haram. Keletihan bukan alasan untuk melewatkan pahala yang sudah tersedia.
- Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i: Bagi yang ingin sempurna, tambahkan shalat sunnah rawatib lima waktu di Masjidil Haram Jamaah yang ingin pahala lebih boleh menambahkan shalat sunnah rawatib lima waktu (sebelum dan sesudah shalat fardhu) di Masjidil Haram, di samping urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i. Pahala shalat di Masjidil Haram dilipatgandakan 100.000 kali lipat, sehingga ini adalah peluang emas yang sayang jika dilewatkan.
Kelima poin diskusi di atas menunjukkan bahwa urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing jamaah. Yang penting adalah tetap berusaha menunaikan sebanyak mungkin dari urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i tersebut, agar pahala umroh kita optimal.
Kesimpulan: Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i yang Jarang Diamalkan Jamaah Bisa Diamalkan dengan Mudah
Urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang jarang diamalkan jamaah sebenarnya bisa diamalkan dengan mudah, gratis, dan tidak butuh waktu lama. Tujuh shalat sunnah yang telah kita bahas – shalat dua rakaat di Maqam Ibrahim, shalat penutup sa’i, shalat hajat di Multazam, shalat di Hijr Ismail, shalat taubat, shalat hajat, dan shalat syukur – semuanya memiliki dasar dalil yang kuat dan bisa dilakukan dalam waktu sekitar 30-45 menit saja setelah thawaf dan sa’i selesai.
Yang perlu disiapkan adalah niat yang lurus, pemahaman urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang benar, dan waktu yang cukup di Masjidil Haram. Jamaah yang biasanya langsung bertahallul setelah sa’i bisa meluangkan waktu tambahan sekitar satu jam untuk menunaikan urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i dengan sempurna. Waktu satu jam ini sangat kecil jika dibandingkan dengan pahala yang akan diperoleh.
Untuk memperdalam pemahaman tentang urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i, Anda bisa membaca artikel kami tentang ibadah sunnah yang cuma bisa dilakukan di Masjidil Haram, makna thawaf dan hikmah yang bisa dipetik jamaah, dan 10 kesalahan yang sering dilakukan jamaah umrah. Untuk persiapan manasik, silakan pelajari juga cara memilih travel umroh yang aman dan tata cara umroh sesuai sunnah lengkap.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i
1. Apakah urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i harus dilakukan secara berurutan sesuai daftar?
Tidak harus, tetapi sangat disarankan. Urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang kami sajikan disusun berdasarkan tata cara yang dicontohkan Rasulullah SAW, sehingga menjalankannya secara berurutan akan memberikan pengalaman ibadah yang lebih utuh. Namun, jika ada shalat sunnah yang tidak bisa dilakukan (misalnya karena waktu terbatas), jamaah boleh melakukan shalat sunnah yang lain terlebih dahulu.
2. Bagaimana jika tidak bisa shalat di belakang Maqam Ibrahim karena terlalu padat?
Shalat dua rakaat setelah thawaf boleh dilakukan di mana pun di dalam Masjidil Haram, meskipun tidak di belakang Maqam Ibrahim. Yang utama adalah shalat dua rakaat tersebut dilakukan setelah thawaf, dan di dalam area Masjidil Haram. Pahala shalat di Masjidil Haram sendiri sudah dilipatgandakan 100.000 kali lipat, sehingga jamaah tidak perlu khawatir kehilangan pahala.
3. Apakah urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i juga berlaku untuk umroh yang dilakukan berkali-kali?
Ya, urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i berlaku untuk setiap umroh yang kita lakukan, baik pertama kali maupun kesekian kalinya. Bahkan, jamaah yang sudah sering umroh akan lebih mudah menjalankan urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i karena sudah hafal tempat dan tata caranya. Pahala sunnah tetap diberikan setiap kali kita menunaikannya dengan ikhlas.
4. Apakah sah shalat sunnah di Multazam tanpa wudhu terlebih dahulu?
Tidak sah. Seperti shalat pada umumnya, urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i mensyaratkan wudhu terlebih dahulu. Jamaah harus dalam keadaan suci dari hadats kecil (berwudhu) dan menutup aurat. Jika tidak memungkinkan untuk wudhu karena keterbatasan waktu, jamaah bisa menunda shalat sunnah di Multazam hingga memungkinkan untuk mengambil wudhu.
5. Bolehkah urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i dilakukan di lantai dua atau tiga Masjidil Haram?
Untuk urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang pertama, keempat, dan kelima (shalat di Maqam Ibrahim, di Hijr Ismail, dan shalat taubat), disarankan dilakukan di lantai satu karena tempat-tempat tersebut hanya ada di lantai satu. Untuk urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang ketiga (shalat hajat di Multazam), Multazam juga hanya ada di lantai satu. Namun, lantai dua dan tiga tetap menjadi pilihan yang baik untuk shalat sunnah rawatib dan dzikir setelah thawaf dan sa’i.
CTA: Sempurnakan Umroh Anda dengan Urutan Shalat Sunnah Setelah Tawaf dan Sa’i
Urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang jarang diamalkan jamaah adalah peluang emas yang sayang untuk dilewatkan. Setiap shalat sunnah bernilai pahala, setiap doa di tempat mustajab mustajab untuk dikabulkan, dan setiap detik di Masjidil Haram adalah momen yang tidak akan terulang. Jangan pulang umroh dengan perasaan belum sempurna – sempatkan menunaikan urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i yang lengkap.
Untuk konsultasi rencana umroh, informasi paket keberangkatan, dan bimbingan manasik yang lebih lengkap, silakan hubungi tim MAB (Maulana Aswaja Barokah) di umrohsemuabisa.com. Kami siap membantu Anda merancang perjalanan umroh yang khusyuk, sah, dan penuh keberkahan, termasuk memahami urutan shalat sunnah setelah tawaf dan sa’i dengan benar. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikannya umroh yang mabrur.
